PERNYATAAN SOLIDARITAS: Pelecehan Seksual dalam Pengepungan Asrama Papua di Surabaya

Merespon rilis pers LBH Surabaya No. 132/SK/LBH/VII/2018, Jakarta Feminist Discussion Group (JFDG) mengecam keras tindak pelecehan verbal dan seksual oleh aparat terhadap Anindya, saat dan setelah upaya dialog damai dengan pihak Camat Tambaksari menyusul Operasi Yustisi ke Asrama Mahasiswa Papua.


Operasi Yustisi yang dijadikan dalih pengepungan tidak disertai oleh Surat Perintah/Surat Tugas dan merupakan kelanjutan dari tindakan represif yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap mahasiswa/i Papua.


Dengan rilis ini, kami mendukung Anindya dalam penuntasan kasus pelecahan yang dia alami dan menyatakan solidaritas kami untuk saudara/i Papua dengan menyerukan kembali pernyataan LBH Surabaya agar:


  1. Presiden Republik Indonesia memerintahkan Kepolisian dan TNI untuk menghentikan tindakan represif terhadap masyarakat khususnya Mahasiswa Papua;

  2. Kapolda Jatim untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya terhadap Mahasiswa Papua di Jawa Timur;

  3. Kapolda Jatim untuk menindak tegas anggota Kepolisian yang melakukan pelecehan seksual Kepada Mahasiswi peserta diskusi di asrama mahasiswa Papua (Surabaya) pada tanggal 6 Juli 2018;

  4. Pemerintah kota Surabaya tidak bertindak diskriminatif terhadap Mahasiswa Papua yang berada di Kota Surabaya;

  5. Pemerintah dan aparat penegak hukum menegakkan jaminan kebebasan berkumpul, berserikat, berekspresi, dan menyampaikan pendapat yang merupakan hak setiap Manusia tanpa terkecuali.

Recent Posts

See All

©2020 Jakarta Feminist. Dibuat dengan Wix.com