Seri kegiatan penanganan kasus kekerasan berbasis gender


Dengan dukungan dari Canda Funds for Local Initiatives (CFLI) Indonesia, selama bulan Oktober 2020, Jakarta Feminist menjalan seri kegiatan terkait pelaporan dan penanganan kasus kekerasan berbasis gender (KBG).


Seri ini terdiri dari tiga kegiatan daring.


Pelatihan pelaporan dan penanganan kasus KBG:

Selama dua sesi (3-4 Okt 2020), 30 peserta dari organisasi, kelompok dan komunitas feminis menguatkan pengetahuan dan keterampilannya tentang cara menerima kasus KBG, cara melapor kasus, cara mendampingi kasus, dan cara melindungi diri dan korban secara digital. Pelatihan ini diisi oleh LBH Apik Jakarta dan PurpleCode Collective.


Diskusi terbuka 'Belajar Cara Melaporkan Kasus Kekerasan Berbasis Gender':

Diskusi daring ini bersasaran masyarakat umum yang mungkin belum tahu banyak tentang cara melaporkan kasus KBG ataupun tentang layanan-layanan yang ada untuk korban KBG di Indonesia. Kami gembira sekali karena diskusi daring ini (8 Okt 2020) dihadiri oleh lebih dari 170 peserta! Setelah mendengarkan pemaparan dari Samahita Bandung, LBH Apik Jakarta, dan Yayasan Pulih, sekarang peserta lebih memahami apa yang mereka bisa lakukan kalau terjadi KBG di sekitar mereka.


Workshop kesehatan mental bagi pendamping:

Penerimaan, pelaporan, dan pendampingan kasus KBG bukan sesuatu yang mudah. Maka dari itu, ada kebutuhan untuk peningkatan skil perawatan kesehatan mental bagi para pendamping kasus. Dengan workshop ini, psikolog Gisella Tani Pratiwi (Yayasan Pulih) dan Anastasia Satrio membantu 25 peserta dari organisasi, kelompok dan komunitas feminis untuk lebih memahami metode, teknik dan alat yang bisa digunakan untuk memperbaiki keadaan mental.


What's next?

Tahap berikutnya adalah peserta seri kegiatan ini kembali ke daerah masing-masing dan berbagi pengetahuan dan pemahaman barunya. Harapannya adalah organisasi yang ikut serta akan mengadakan kegiatan sendiri untuk menyebarluaskan informasi pelaporan KBG dan skil penanganan kasus serta prinsip dan nilai feminis yang berpihak kepada korban.

©2020 Jakarta Feminist. Dibuat dengan Wix.com